Pengertian Persepsi

Persepsi pada hakekatnya merupakan sebuah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami informasi lingkungannya, baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan dan penciuman (indera). Apabila berbicara mengenai proses kognitif, maka berarti perlu juga diulas sedikit mengenai apa itu yang dimaksud dengan sikap.


Menurut Robbins (1993), sikap adalah sebuah pernyataan evaluatif baik yang bersifat positif maupun negatif mengenai obyek, orang, atau peristiwa. Komponen dari sikap adalah : Cognition, affect, dan behaviour. Dari ketiga komponen tersebut, komponen yang berkaitan langsung dengan pengertian persepsi adalah komponen cognition dan affect. Komponen kognitif merupakan segmen pendapat atau keyakinan sedangkan komponen afeksi merupakan segmen emosional atau perasaan.

Pengertian persepsi menurut Robbins (1993), adalah sebagai berikut :
“Persepsi adalah suatu proses dimana seseorang mengorganisasikan dan menginterpretasikan pengaruh indranya (sensory) agar supaya memberikan pengertian kepada lingkungannya. Akan tetapi seperti telah kita ketahui bahwa apa yang sebenarnya dapat dirasakan seseorang dapat berbeda banyak dari realita yang sebenarnya.”

Dengan demikian persepsi meliputi aktivitas menerima stimuli, mengorganisasikan stimuli tersebut dan menterjemahkan atau menafsirkan stimuli yang terorganisasi sedemikian rupa hingga ia dapat mempengaruhi perilaku dan membentuk sikap. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan persepsi seseorang adalah psikologi, yaitu bahwa persepsi seseorang mengenai segala sesuatu yang ada dalam lingkungannya sangat dipengaruhi oleh keadaan psikologinya. Pengaruh lainnya adalah kebudayaan yang merupakan faktor dalam mempengaruhi sikap, nilai dan cara seseorang memandang dan memahami keadaan lingkungannya.

Pendapat senada tentang bagaimana terjadinya proses persepsi, diuraikan oleh Hunsaker dan Cook (1986), yaitu :

“Atensi yang menimbulkan persepsi, tergantung pada dua keadaan, yaitu pengalaman masa lalu dan kondisi fisik, mental serta emosional pada saat itu. Sedangkan ketepatan persepsi tergantung pada nalarnya, visinya, pendengaran, sentuhan, selera dan atau reaksi dari panca indranya. Sekali diterima, pesan akan diinterpretasikan untuk sekelilingnya dan selanjutnya diterima melalui reaksi perilakunya. Reaksi perilaku mungkin menyatu dengan keadaan, akan tetapi mungkin juga tidak menyatu dengan keadaannya, misalnya ketidak pedulian terhadap pesan.”

Pakar lainnya yang menguraikan tentang proses persepsi adalah Schemerhorn, et. al (1994), yaitu sebagai berikut :

“Bagaimana seseorang dapat mengelola proses persepsi ? Pengelolaan proses persepsi, pertama memerlukan pengenalan, bahwa terdapat perbedaan persepsi dari setiap situasi yang ada sepanjang disadarinya perubahan persepsi secara umum. Kedua, memerlukan pengertian adanya gambaran peran dalam proses persepsi sebaik pengertian dari anggapan yang berasal dari teori, dan pentingnya pengaruh manajemen serta bagaimana upaya mempertahankan pengaruh-pengaruh tersebut dalam pandangan orang lain atas keinginan dirinya sendiri. Akhirnya, persepsi termasuk dalam memutuskan tindakan-tindakan yang penting untuk memudahkan proses persepsi.”

Selanjutnya pengertian lain tentang persepsi diungkapkan oleh Mar’at (1981), yaitu sebagai berikut :
“Persepsi merupakan proses pengamatan seseorang yang berasal dari komponen kognisi. Persepsi ini dipengaruhi oleh faktor pengalaman, proses belajar, cakrawala dan pengetahuan. Manusia mengamati suatu obyek psikologik dalam kecermatannya sendiri yang diwarnai oleh nilai dari kepribadiannya. Sedangkan obyek psikologik ini dapat berupa kejadian, ide atau situasi tertentu.

Faktor pengalaman, proses belajar atau sosialisasi memberikan bentuk dan struktur terhadap apa yang dilihat. Sedangkan pengetahuannya dan cakrawalanya memberikan arti terhadap obyek psikologik tersebut. Berdasarkan nilai dan norma yang dimiliki pribadi seseorang akan terjadi keyakinan terhadap obyek tersebut. Selanjutnya komponen afeksi memberikan evaluasi emosional (senang atau tidak senang, positif atau negatif) terhadap obyek.
Pada tahap selanjutnya, berperan komponen kognisi yang menentukan kesediaan/kesiapan jawaban berupa tindakan terhadap obyek.”
Tags:

About

Thank you for your visit in my blog, you can access subtitle in this blog. If you need subtitle you can request in my contact or comment in one of article. Author : Alan Hendrawan

0 comments

Leave a Reply

Thank you for your comment in my blog